Selasa, 22 April 2014

Playdough ala Umi dan Kak Zahro

Menjadi bagian dari pelaku homeschooling (unschooling sih tepatnya) yang masih amatiran, tentu menuntut kemauan belajar yang tinggi, rasa ingin tahu yang besar, upaya untuk menjelajah informasi terus-menerus, mencari sumber aktivitas yang menarik yang tak putus, dan yang lain-lain lagi. Jujur, kadang-kadang ide beraktivitas yang menyenangkan mentok, maka harus puter-puter otak, telusur-telusur ide kreatif. Nah, di tulisan ini saya mau share salah satu aktivitas menyenangkan kami, yaitu making a homemade playdough.

Salah satu aktivitas yang paling disenangi Zahro adalah yang berhubungan dengan tepung. Nggak bisa lihat tepung deh dia pokoknya. The most favorite food Zahro juga berhubungan dengan tepung, yaitu roti jala. Pada tahu, kan? It's so simple to make it. We just need flavor (tepung terigu), garam, minyak, dan air hangat. Saya punya alat untuk membuat jalanya sih, oleh-oleh dari Mama waktu beliau jalan-jalan ke Malaysia. Karena itu kalau udah lihat tepung udah deh, "Mi, kakak mau aduk-aduk." Kaga ngerti ya dia kalau tepung itu bahan makanan, bukan mainan, hehehe. . . Saya emang pernah sih kasih dia mainan tepung sama air. Mungkin momen itu sangat berkesan buatnya. Tapi jangan sering-sering dong Kak, mubaziiiir. :D

Okay, back to the topic. Jadi ceritanya saya pernah belikan Zahro beberapa set playdough. Lumayan harganya, satu set 25.000-40.000 rupiah. Satu set isinya beberapa box kecil playdough warna-warni plus cetakan-cetakan. Playdough-playdough itu sering dia bawa kalau ikut saya ke mana-mana, plus dimainin juga kalau ada anak-anak datang ke rumah. Akhirnya sampailah ajal semua playdough itu, mengeras, hancur menjadi remahan-remahan, dan tercampur aduk.

Beli lagi? Iiih. . . isinya dikit harganya lumayan. Nah, datanglah ide. Kenapa kami nggak buat playdough sendiri aja? Saya langsung searching cara membuat playdough saat itu juga. Ide membuat playdough saya sampaikan kepada Zahro. Dan keesokan harinya kamipun merealisasikannya. This is it, guys.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat playdough adalah:
Tepung (saya nggak nakar-nakar pake timbangan)
Garam
Baking powder
Minyak
Air hangat
Pewarna (boleh pewarna makanan boleh pewarna lukisan asal yang safe for children ya). Kalau kami pakenya pewarna lukisan karena nggak punya pewarna makanan.
Ini dia nih wujudnya:

Bahan-bahan
Saya juga menyiapkan box-box kosong untuk playdough yang sudah jadi nanti. Boxnya memanfaatkan box playdough Zahro yang udah rusak isinya. Ada wujud pewarnanya juga tuh.

Box dan pewarnanya
Proses membuatnya sederhana saja. Tepung + garam + baking soda dicampur. Beri ruang di bagian tengah. Tuang minyak, lalu tuang air perlahan-lahan sambil adonan diuleni hingga kalis. Almost all of that activities dikerjakan Zahro sendiri.

Zahro sedang menguleni tepung


Setelah adonan kalis, kami membagi adonan menjadi bagian kecil-kecil agar mudah membagi warnanya. Setelah itu masing-masing bagian diberi warna yang berbeda, lalu ditempatkan di box masing-masing. Dan. . . jadi deh.
Bagi-bagi playdough

Coloring

Hasil akhir
Nah, mudah kan bikinnya? Selain mudah, hemat juga, hehehe. Agar playdoughnya tahan lama jika sedang tidak digunakan masukkan playdough ke dalam lemari es. Jika tidak maka playdough akan cepat berjamur. Bila playdough menjadi keras setelah dimasukkan ke lemari es, diamkan dulu di suhu ruang sebelum dipakai bermain. Selamat mencoba and have a great moment with our children.

Zahro HS Journal, 22042014
~eMJe~

4 komentar:

  1. Masya Allah... Zahro pinter banget ya...keren deh.

    Syukron resepnya, kapan2 pingin nyoba, daripada beli ya...mending bikin kebih puas dan aman.

    Oiya, kalimat pertama terlalu panjang. Saya pernah dapat ilmu. Sebaiknya satu kalimat tidak lebih dari 15 kata.

    Ok sip dah, nice sharing...

    BalasHapus
  2. Sip Mbak Nunung. Selamat mencoba juga, ya.
    Dan terima kasih saran kalimatnya. Saya udah pernah diingatkan juga soal kalimat yang terlampau panjang. Tetapi layaknya penyakit, suka kambuh, kekeke. . .

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah.. ilmu baru.. jazakillah Ita :)

    BalasHapus