Minggu, 17 Januari 2016

Sharing Pengalaman Mengurus Paspor Anak dan Perpanjangan Paspor Secara Online

Bismillaah...
Baru-baru ini saya memanfaatkan fasilitas online untuk perpanjangan paspor suami dan pengurusan paspor anak saya. Alhamdulilllaah lumayan deh jumlah waktu untuk antri yang bisa di-cut dengan memanfaatkan fasilitas ini, dengan beberapa catatan tentunya... hahaha... tetap aja, ya...

Cerita sedikit nih... Dua tahun lalu, saya pernah hampir mencoba layanan paspor online. Saat itu menurut saya belum semudah tahun ini memanfaatkan fasilitas paspor online. Seingat saya juga laman website imigrasi untuk pengurusan paspor online pun belum sederhana, dan saya harus meng-upload hasil scan berkas-berkas dengan syarat resolusi tertentu. Akhirnya, waktu itu saya batal mengurus paspor dengan cara online. Ribetttt... Back to conventional way ajalahhh, antri dari pagiiii...

Waktu dulu masih ribet, kudu upload-upload scan berkas :D :D :D

Nah, 6 bulan ke depan paspor suami habis, dan kami mau buatin paspor juga untuk anak. So, awal bulan ini saya agendakan untuk mengurus keperluan tersebut. Saya memang ada niat untuk mencoba lagi mengurus secara online. Karena itu, sebelum saya buka lagi website imigrasi, saya udah persiapan duluan, scan semua berkas yang kira-kira saya butuhkan. Mulai dari KTP saya dan suami (untuk syarat bikin paspor anak, beberapa berkas saya juga saya scan), akte lahir anak dan suami, kartu keluarga, buku nikah, juga paspor saya dan suami. Ibarat kata, sedia payung sebelum hujan, deh... hehehe...

Setelah itu, saya masuk ke website imigrasi untuk pengurusan paspor online. Ini dia alamatnya.
Saya langsung yang, "Wah, kayaknya beda tampilannya dengan 2 tahun lalu." Nah, dari halaman muka pengajuan paspor online ini, berikut langkah-langkahnya:
1. Klik link "Pra Permohonan Personal".
2. Isi Jenis Permohonan, pilih sesuai dengan kebutuhan.
3. Pilih jenis paspor. Pilihannya cuma satu sih, hahaha... yaitu 48H Perorangan. Ini adalah jenis papor dengan jumlah halaman 48.
4. Pilih di kantor imigrasi mana kita akan mencetak paspor.


Tampilan Entri Data Untuk Mengurus Paspor Online Terbaru

5. Setelah itu klik menu 'Lanjut", dan silakan isi data diri/informasi pemohon. Untuk paspor anak, maka gunakan NIK yang ada di KK, Tempat dan tanggal ID dikeluarkan sesuai dengan tempat dan tanggal KK dikeluarkan, dan ID berlaku sampai dengan, diisi tanggal 5 tahun setelah KK dikeluarkan. Nah, pengalaman saya kemarin KK kami dikeluarkan tahun 2010, semestinya saya memilih tahun 2015. Tetapi sudah nggak ada tahun itu, paling kecil 2016, kekeke... Akhirnya saya pilih tahun 2016. Alhamdulillah proses entri data bisa lanjut.
6. Setelah semua data terentri dengan benar, maka kita akan mendapat kiriman e-mail dari imigrasi berupa  konfirmasi permohonan,  rincian biaya pengurusan paspor, dan bukti pengantar ke bank. Silakan print bukti pengantar dan datang ke Bank BNI terdekat. Totally yang harus kita bayar adalah sejumlah Rp. 355.000,- dengan rincian Rp. 300.000,- biaya paspor, Rp. 50.000,- biaya jasa TI Biometrik dan Rp. 5000,- administrasi untuk bank.

Skrinshut Surat Pengantar ke Bank

7. Silakan masuk lagi ke e-mail dan lanjutkan permohonan dengan mengikuti prosedur/url yang sudah ada di badan e-mail. Kita akan sampai ke link konfirmasi. Di laman tersebut, masukkan nomor jurnal bank yang tertera di bukti pembayaran, dan silakan pilih tanggal  kedatang ke kantor imigrasi. Kalau sudah beres semua, kita akan menerima email lagi berupa Tanda Terima Pra-Permohonan yang menerakan jadwal kedatangan kita.

Skrinshut Tanda Terima Pra Permohonan

8. Silakan datang pada tanggal tersebut ke kantor imigrasi dengan membawa berkas-berkas yang dibutuhkan, antara lain: Akte Lahir atau Ijazah asli dan fotocopy, KTP asli dan fotocopy, Kartu Keluarga Asli dan fotocopy, Buku Nikah Asli dan fotokopi (bagi yang sudah menikah dan untuk paspor anak), Paspor lama asli bagi yang mengurus perpanjangan. Sampai di KanIm silakan ambil nomor antrian untuk pengajuan online, dan tunggu panggilan untuk verifikasi berkas, wawancara dan foto. Nah, setelah semuanya selesai, kita akan menerima surat untuk pengambilan paspor, yaitu 3 hari sesudahnya.

Catatan tambahan, untuk paspor anak, ada surat pernyataan bermaterai yang harus dibuat orangtua. Form sudah disediakan imigrasi, kita tinggal isi, Kemarin saya bawa materai dari rumah. Mungkin bisa beli di petugasnya juga.

Nah, ternyata sekarang nggak perlu upload-upload berkas, lho. Cukup membawa berkas asli dan fotokopi pada hari kedatangan ke imigrasi. Tapi saya nggak nyesal kok udah scan-scan banyak berkas, insya Allah someday akan bermanfaat.

Secara pribadi, saya merasa cukup nyaman dengan proses mengurus paspor online yang kami jalani. Memang kami harus datang ke BNI untuk pembayaran, kemudian perlu dua kali ngeprint, yaitu ngeprint surat pengantar ke bank dan tanda terima pra-permohonan. Tapi waktu menunggu di kantor imigrasi sangat terkurangi. Dan ini sungguh menyenangkan, nggak antri terlalu lama. Nggak tahu ya bagaimana di kota lain, kalau di Jogja tuh tiap hari penuuuuhhhh aja kantor imigrasi. Sampai-sampai pihak imigrasi Jogja berbaik hati nyediakan camilan gratis, hehehe...

Semoga sharing ini bermanfaat untuk yang bermaksud mengurus paspor secara online, ya...


12 komentar:

  1. Minggu depan berencana memperpanjang paspor juga nih. Dari daftar online trus kita datang ke kantor imigrasi berapa hari ya jaraknya?
    Btw... Thanks sharingnya :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin berbeda-beda sesuai domisili ya, mbak Hairi Yanti. Untuk Yogyakarta satu pekan setelah kita memasukkan nomor jurnal bank. Jadi saya memasukkan nomor jurnal bank tanggal 5 Januari 2016, dan mendapat pilihan tanggal kedatangan paling awal mulai tanggal 12 Januari 2016. Sama-sama ya, mbak :-)

      Hapus
    2. Kalau bisa datang ke imigrasinya pekan depan, berarti mulai sekarang udah bisa entry data online, mbak :-)

      Hapus
  2. Oh nggak perlu scan berkas ya? Kemarin temen baru ngurus paspor online dilampirkan scan2 berkas yg diperlukan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillaah seperti yang bisa dilihat di skrinshut layanan paspor online terbaru, tidak perlu upload hasil scan berkas, Mbak. Saya sama sekali tidak menguplad hasil secan berkas apapun. Dan saya juga sudah memastikan langsung ke petugas imigrasi KanIm kelas 1 Yogyakarta bagian layanan online. Cukup membawa berkas asli dan fotocopy pada hari kedatangan yang sudah kita pilih. Kalau untuk luar Yogyakarta saya kurang faham juga, tapi mestinya sama ya... hehehe...

      Hapus
  3. kebetulan banget saya mau bikin paspor untuk anak saya makasih infonya ya ;)

    BalasHapus
  4. Menarik nih, mba, Kebetulan mau buat paspor baru. Akan saya coba dan smoga bisa membagi pengalaman juga. Makasih ya mba. Salam kenal :)

    BalasHapus
  5. wah, info yang menarik nih. aku kepengin banget buat paspor, tapi males banget sama urusan scan-menyeken. untung sekarang udah seperti ini ya mudahnya. makasih sharing-nya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mbak. Alhamdulillaah sekarang lebih mudah enggak ribet. Sama-sama, mbak :-)

      Hapus