Sabtu, 12 April 2014

Being Grateful

Sedikitnya sekali, hampir setiap bulan saya pasti mengalami yang namanya sendirian di rumah saat weekend (seperti hari ini). Puteri saya menginap di rumah eyangnya, dan suami ada acara ke luar kota atau negeri. Jadi waktu yang banyak dicari-cari kaum Ibu dengan istilah "me time" itu buat saya tidak perlu dicari-cari, karena dengan izin ALLAH hampir selalu menghampiri saya, minimal satu bulan sekali. Terkadang terbersit rasa di hati ingin ikut suami, tapi selalu urung karena dia pasti akan sibuk sendiri dengan kegiatannya dan saya berakhir bengong tidak tahu mau ngapain (seperti yang pernah terjadi beberapa kali, kekeke).

Anyway, saya pernah bertanya ke beberapa teman apa ya hal menarik yang bisa saya lakukan saat sendirian begini? Ada yang menyarankan shopping, nyalon, nonton, wekekeke. . . aktivitas yang I'm not really enjoying. Endingnya, hampir selalu "me time" itu hanya saya isi dengan berleha-leha saja di rumah. Tidur-tiduran, eksperimen masak, baca buku, atau nonton di tablet. Tapi, sebenarnya yang paling sering saya lakukan di kesempatan seperti ini adalah bertafakkur dan mentadabburi kembali nikmat-nikmat yang telah ALLAH beri, yang tidak dapat saya dustakan. Masya ALLAH, bahkan punya kesempatan seperti ini pun adalah sebuah nikmat luar biasa dari ALLAH untuk saya, kesempatan untuk bertafakkur, bersyukur, bahkan mengingat maut. Yah, sejak ditinggal almarhum Abah setahun kemarin dzikrul maut serasa jadi sahabat karib saya.

Rupa-rupanya saat-saat bersendirian ini, ketika urusan kebutuhan suami dan anak saya letakkan untuk sementara waktu, helaian daun yang tertiup angin pun jadi amat romantis, arakan awan di langit terlihat amat anggun, kepakan sayap kupu-kupu warna kuning di taman depan rumah yang sehari-hari saya pandang sambil lalu saja tampak begitu mengagumkan. Hal-hal yang selama ini terabaikan karena kesibukan harian menjadi demikian kasat mata. . . mempesona. Bahkan, sarapan di balik jendela yang di luarnya tertata tanaman puteri kecil saya terasa bagaikan sarapan di hotel berbintang, dengan pemandangan indah di balik kaca.


Subhanallaah. . . nikmat ALLAH mana lagikah yang patut saya dustakan?

#Dari balik jendela, 12042014
^eMJe^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar