Tampilkan postingan dengan label Sela. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sela. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Januari 2016

Mematangkan Alpukat dengan Tepat dan Cepat

Membeli alpukat mentah, memeramnya di box beras, dan hasilnya malah alpukat yang membusuk? 

Adakah yang pernah mengalaminya? Huhuhu, saya hampir selalu mengalaminya. Sampai-sampai saya selalu ragu untuk membeli alpukat mentah, karena sudah lebih dulu membayangkan bagaimana mereka akan membusuk sia-sia dan berakhir di tempat sampah. :-(

Endingnya, pilihan yang tersisa untuk menikmati enaknya alpukat hanya dengan membeli jus di penjual jus yang memang banyak tersebar di dekat rumah kami. Qodarullah, suami dan anak saya sangat senang minum jus alpukat. Kalau saya sih tidak begitu, sebab di penjual jus pasti jusnya selalu dibonusin susu, hehehe...

Tentu kita sudah mafhum bahwa alpukat adalah buah yang sangat kaya manfaat. Terutamanya bahwa dia mengandung lemak tak jenuh yang sehat, sarat protein dan vitamin. Bahkan dalam tip menurunkan berat badan, alpukat termasuk menu yang sangat direkomendasikan bagi yang berniat melakukannya.

Saya mulai optimis untuk mencoba kembali mematangkan alpukat di rumah setelah membaca-baca beberapa tip mematangkan alpukat yang benar di internet.

Ketika jadwal belanja keperluan dapur tiba dan di warung langganan saya banyak alpukat mentah, saya beranikan diri membeli. Awalnya saya ambil 5 buah, tapi karena enggak berani nekat, akhirnya 2 buah saya kembalikan lagi, hahaha...

Nah, dari sekian banyak cara, berikut cara yang saya pilih:
1. Mencuci bersih alpukat
2. Memotong bagian pangkalnya, karena dari bagian itulah pembusukan bermula dan akan menyebarkan kuman ke seluruh bagian alpukat.
3. Menutup bagian yang sudah dipotong dengan kertas bersih.
4. Menyimpan alpukat sampai matang pada tempat tertutup yang bersih atau di suhu ruang. Bisa juga dibungkus pake kertas koran.  Saya sendiri  menyimpannya di tempat beras.

Dan hasilnya.... Alhamdulillah matang dan cantik tanpa busuk dihari ke tiga.

Perasaan saya... Tentu saja senaaaang luar biasa... Tambah senang lagi karena anak saya langsung minta dibuatin jus begitu melihat alpukat hasil peraman Umminya. Alhamdulillaah... Laa quwwata illaa billaah :-) :-) :-)

Hasil praktek cara mematangkan alpukat (dok. pribadi)

Minggu, 17 Januari 2016

Sharing Pengalaman Mengurus Perpanjangan SIM Online

Bismillaah...

Ya, ya, ya... sekarang era serba online, ya... Segala macam dibuat sistem online-nya. Tentunya dengan niat memudahkan masyarakat.

Satu lagi fasilitas layanan publik yang baru saja saya manfaatkan sistem online-nya yaitu mengurus perpanjangan SIM secara online. Modalnya rasa penasaran, harapannya kemudahan dan waktu pengurusan yang lebih singkat.

Nah sebagai informasi awal, masyarakat bisa melakukan perpanjangan SIM secara online beberapa bulan sebelum SIM habis masa berlakunya sampai maksimal 3 bulan setelah SIM habis masa berlakunya. Tenang aja, tanggal masa berlaku menyesuaikan yang tertera di SIM kok, bukan tanggal kita mengurus. Jadi misalnya kita mengurus perpanjangan SIM tanggal 13 Januari 2016 untuk SIM yang akan habis masa berlakunya tanggal 10 April 2016, nanti tetap aja SIM yang baru habis masa berlakunya tanggal 10 April 2021.

Nah, kalau yang habis masa berlaku SIM-nya udah lewat 3 bulan, silakan datang ke Polresta setempat, dan memproses sebagaimana membuat SIM baru. Waduuuh... kebayang deh ribetnya ngurus SIM pertama kali dulu. :D :D :D

Okey, kita lanjut ya...
Kita bisa memanfaatkan fasilitas SIM Online di tempat-tempat yang sudah disediakan Polri. Adapun untuk layanan SIM keliling, untuk DI. Yogyakarta, kata pak polisi yang ngasih briefing informasinya bisa dilihat di surat kabar lokal. Di situ udah ada daftar lokasi ngetemnya SIM keliling selama satu bulan. Nah, saya sendiri memilih untuk mengurus perpanjangan SIM secara online di SIM Corner Polda DIY yang terletak di Lower Ground JCM (Jogja City Mall) Yogyakarta. Info dari pak polisi lagi nih... Tadinya SIM Corner ini ada di Ambarukmo Plaza, tetapi kemudian sudah dua tahun ini dipindah ke JCM.

Berikut terms & conditions layanan SIM Corner JCM:
1. SIM Corner JCM setiap hari aktif layanan hanya menyediakan 100 lembar formulir.
2. SIM Corner beroperasi sesuai jam operasi mall, yaitu jam 10 pagi, istirahat jam 12.30-13.30, dan lanjut lagi sampai semua formulir hari itu selesai. Oya, dijam istrahat counternya ditutup, jadi silakan jalan-jalan dulu di mall, ya... hehehe...
3. SIM Corner JCM tidak menyediakan nomor antrian diawal kedatangan. Antrian ditentukan dari siapa yang paling cepat mengisi dan menumpuk formulir.
4. Jika kita datang kesiangan dan kehabisan formulir, kita boleh menumpuk fotokopi KTP dan SIM, dan akan didahulukan mendapat formulir pada keesokan harinya.

Nah, udah kebayang belum apa konsekuensi dari tidak adanya nomor antrian sedang jumlah formulir yang disediakan hanya 100 lembar? Iya, betulllll, dari jam 8.30 udah rame yang antri. Saya bahkan awalnya nggak tahu bahwa ada mekanisme nomor 4 seperti yang saya tulis di atas. Padahal poin itu akan menguntungkan mereka yang pada hari sebelumnya sedih karena nggak kebagian formulir, hehehe...

Berikut beberapa hal yang saya anggap bad effect dari mekanisme di atas:
1. SIM corner itu terletak di dalam mall. Ngga ada nomor antri dan jumlah formulir yang terbatas bikin masyarakat yang mau ngurus perpanjangan SIM jadi cemas, sehingga memutuskan untuk datang pagi-pagi. Padahal mall belum buka. Walhasil, security kena tegur manajemen mall, dan masyarakat yang mau urus SIM kena tegur sama security. Kalau saya malah curcol aja ke security, bilang saya datang pagi begitu karena sehari sebelumnya saya nggak kebagian formulir. Akhirnya security nggak jadi minta saya menunggu di luar. :) :) :)
2. Petugas SIM corner membuka loket tepat jam 10.00. Mantap untuk ini, on time. Mereka menyediakan keranjang untuk menumpuk fotokopi KTP dan SIM yang akan diperpanjang di pintu masuk. Nah di sini kejujuran kita diuji, nih. Yang nggak jujur sangat berpeluang menyelipkan berkasnya ke bawah-bawah walaupun dia datang belakangan, yang endingnya dia akan dipanggil lebih dulu untuk mendapatkan formulir, karena pak polisi akan membalik tumpukan berkas itu. Yang paling bawah akan dipanggil lebih dulu.

Saya kurang paham kenapa pak polisi bikin mekanisme seperti itu. Mungkin untuk menguji kejujuran dan ketertiban masyarakat, hahaha... Yang jelas kok ya memang tetap tertib ya kami-kami yang berjubel tapi tanpa nomor antri. Yang dapat tempat duduk bersyukur, yang nggak dapat tempat duduk berdiri aja clingak-clinguk. Setiap ada yang dipanggil dari yang kebagian tempat duduk, yang nggak kebagian tempat duduk bergegas menduduki kursi yang kosong dan si empunya harus merelakan kursinya diduduki orang lain, kekeke...

Sekarang saya rincikan proses yang saya jalani saat mengurus SIM Online di SIM Corner JCM, ya...
1. Taruh fotokopi e-KTP dan SIM yang akan diperpanjang di keranjang yang tersedia. Setelah semua orang menumpuk berkasnya, pak polisi akan mengambilnya dan membawa ke mejanya. Lalu pak polisi akan memberi penjelasan (briefing).
2. Pak polisi akan memanggil nama sesuatu urutan tumpukan berkas, lalu menyatukan berkas tersebut dengan formulir. Saat menerima formulir, serahkan KTP dan SIM yang asli kepada pak polisi. Kalau kita mau memperpanjang 2 SIM, kita akan mendapat 2 formulir.
3. Isi formulir secepatnya, karena proses ini yang akan menentukan antrian sampai akhirnya SIM tercetak, hehehe... Pak polisi ngasih tip untuk ini, yaitu: bawalah pulpen sendiri karena petugas tidak menyediakan pulpen, dan pada kolom alamat, kalau memang sesuai KTP tulis aja SDA, maksudnya sesuai dengan berkas yang kita lampirkan.
4. Kalau udah selesai, tumpukin deh itu formulir ke keranjang yang sudah disediakan untuk formulir. Berkas-berkas ini akan diambil oleh bagian kesehatan. Kalau kita udah bawa surat sehat, maka kita akan langsung diarahkan ke loket bank BRI untuk pembayaran.
5. Tahap selanjutnya adalah pemeriksaan kesehatan yang sangat simpel. Seorang dokter akan mengecek tekanan darah dan menanyakan berat badan, dan dokter yang lain mengetes apakah kita buta warna. Kalau kita terindikasi tidak buta warna, hanya 4-5 kartu aja yang disajikan bu dokter dengan acak dan kecepatan lumayan bikin kaget, kekeke... Di sini kita kena biaya pemeriksaan kesehatan sebesar Rp. 30.000,-
6. Kalau sudah beres pemeriksaan kesehatan, kita akan diarahkan ke loket bank BRI untuk membayar biaya perpanjangan SIM, yaitu: Rp 80.000 (untuk SIM A) dan 75.000 (untuk SIM C). Untuk jenis SIM yang lain silakan gugling aja, yah... :-).
7. Setelah selesai urusan pembayaran, kita akan mendapatkan nomor antrian untuk foto dan sidik jari. Rerata per orang memerlukan sekitar 2-5 menit untuk tahap ini karena juga ada verifikasi data. Kalau data yang diinput nggak sesuai dengan yang sebenarnya (misal kita ada salah nulis) bakal agak lama juga untuk memastikan dan memperbaiki.
8. Tunggu dipanggil lagi sama petugas untuk penyerahan SIM baru dan pengembalian KTP asli.
9. Di dekat pintu masuk ada petugas ramah yang menawarkan laminating SIM. Biar awet katanya. Biayanya Rp. 5000,- saja.

Dan... Alhamdulillaah... perpanjangan SIM sudah selesai. :) :) :)

Semoga informasi ini bermanfaat, ya...

Sharing Pengalaman Mengurus Paspor Anak dan Perpanjangan Paspor Secara Online

Bismillaah...
Baru-baru ini saya memanfaatkan fasilitas online untuk perpanjangan paspor suami dan pengurusan paspor anak saya. Alhamdulilllaah lumayan deh jumlah waktu untuk antri yang bisa di-cut dengan memanfaatkan fasilitas ini, dengan beberapa catatan tentunya... hahaha... tetap aja, ya...

Cerita sedikit nih... Dua tahun lalu, saya pernah hampir mencoba layanan paspor online. Saat itu menurut saya belum semudah tahun ini memanfaatkan fasilitas paspor online. Seingat saya juga laman website imigrasi untuk pengurusan paspor online pun belum sederhana, dan saya harus meng-upload hasil scan berkas-berkas dengan syarat resolusi tertentu. Akhirnya, waktu itu saya batal mengurus paspor dengan cara online. Ribetttt... Back to conventional way ajalahhh, antri dari pagiiii...

Waktu dulu masih ribet, kudu upload-upload scan berkas :D :D :D

Nah, 6 bulan ke depan paspor suami habis, dan kami mau buatin paspor juga untuk anak. So, awal bulan ini saya agendakan untuk mengurus keperluan tersebut. Saya memang ada niat untuk mencoba lagi mengurus secara online. Karena itu, sebelum saya buka lagi website imigrasi, saya udah persiapan duluan, scan semua berkas yang kira-kira saya butuhkan. Mulai dari KTP saya dan suami (untuk syarat bikin paspor anak, beberapa berkas saya juga saya scan), akte lahir anak dan suami, kartu keluarga, buku nikah, juga paspor saya dan suami. Ibarat kata, sedia payung sebelum hujan, deh... hehehe...

Setelah itu, saya masuk ke website imigrasi untuk pengurusan paspor online. Ini dia alamatnya.
Saya langsung yang, "Wah, kayaknya beda tampilannya dengan 2 tahun lalu." Nah, dari halaman muka pengajuan paspor online ini, berikut langkah-langkahnya:
1. Klik link "Pra Permohonan Personal".
2. Isi Jenis Permohonan, pilih sesuai dengan kebutuhan.
3. Pilih jenis paspor. Pilihannya cuma satu sih, hahaha... yaitu 48H Perorangan. Ini adalah jenis papor dengan jumlah halaman 48.
4. Pilih di kantor imigrasi mana kita akan mencetak paspor.


Tampilan Entri Data Untuk Mengurus Paspor Online Terbaru

5. Setelah itu klik menu 'Lanjut", dan silakan isi data diri/informasi pemohon. Untuk paspor anak, maka gunakan NIK yang ada di KK, Tempat dan tanggal ID dikeluarkan sesuai dengan tempat dan tanggal KK dikeluarkan, dan ID berlaku sampai dengan, diisi tanggal 5 tahun setelah KK dikeluarkan. Nah, pengalaman saya kemarin KK kami dikeluarkan tahun 2010, semestinya saya memilih tahun 2015. Tetapi sudah nggak ada tahun itu, paling kecil 2016, kekeke... Akhirnya saya pilih tahun 2016. Alhamdulillah proses entri data bisa lanjut.
6. Setelah semua data terentri dengan benar, maka kita akan mendapat kiriman e-mail dari imigrasi berupa  konfirmasi permohonan,  rincian biaya pengurusan paspor, dan bukti pengantar ke bank. Silakan print bukti pengantar dan datang ke Bank BNI terdekat. Totally yang harus kita bayar adalah sejumlah Rp. 355.000,- dengan rincian Rp. 300.000,- biaya paspor, Rp. 50.000,- biaya jasa TI Biometrik dan Rp. 5000,- administrasi untuk bank.

Skrinshut Surat Pengantar ke Bank

7. Silakan masuk lagi ke e-mail dan lanjutkan permohonan dengan mengikuti prosedur/url yang sudah ada di badan e-mail. Kita akan sampai ke link konfirmasi. Di laman tersebut, masukkan nomor jurnal bank yang tertera di bukti pembayaran, dan silakan pilih tanggal  kedatang ke kantor imigrasi. Kalau sudah beres semua, kita akan menerima email lagi berupa Tanda Terima Pra-Permohonan yang menerakan jadwal kedatangan kita.

Skrinshut Tanda Terima Pra Permohonan

8. Silakan datang pada tanggal tersebut ke kantor imigrasi dengan membawa berkas-berkas yang dibutuhkan, antara lain: Akte Lahir atau Ijazah asli dan fotocopy, KTP asli dan fotocopy, Kartu Keluarga Asli dan fotocopy, Buku Nikah Asli dan fotokopi (bagi yang sudah menikah dan untuk paspor anak), Paspor lama asli bagi yang mengurus perpanjangan. Sampai di KanIm silakan ambil nomor antrian untuk pengajuan online, dan tunggu panggilan untuk verifikasi berkas, wawancara dan foto. Nah, setelah semuanya selesai, kita akan menerima surat untuk pengambilan paspor, yaitu 3 hari sesudahnya.

Catatan tambahan, untuk paspor anak, ada surat pernyataan bermaterai yang harus dibuat orangtua. Form sudah disediakan imigrasi, kita tinggal isi, Kemarin saya bawa materai dari rumah. Mungkin bisa beli di petugasnya juga.

Nah, ternyata sekarang nggak perlu upload-upload berkas, lho. Cukup membawa berkas asli dan fotokopi pada hari kedatangan ke imigrasi. Tapi saya nggak nyesal kok udah scan-scan banyak berkas, insya Allah someday akan bermanfaat.

Secara pribadi, saya merasa cukup nyaman dengan proses mengurus paspor online yang kami jalani. Memang kami harus datang ke BNI untuk pembayaran, kemudian perlu dua kali ngeprint, yaitu ngeprint surat pengantar ke bank dan tanda terima pra-permohonan. Tapi waktu menunggu di kantor imigrasi sangat terkurangi. Dan ini sungguh menyenangkan, nggak antri terlalu lama. Nggak tahu ya bagaimana di kota lain, kalau di Jogja tuh tiap hari penuuuuhhhh aja kantor imigrasi. Sampai-sampai pihak imigrasi Jogja berbaik hati nyediakan camilan gratis, hehehe...

Semoga sharing ini bermanfaat untuk yang bermaksud mengurus paspor secara online, ya...


Selasa, 06 Januari 2015

Idealis Penyelaras

Ada apa denganku? Hehehe. . . Entahlah. Mungkin kebanyakan mikir yang nggak penting. Maklum, punya hobi observasi diri sendiri. Aku, ngerasa bahwa aku sekarang bukan aku dengan karakaterku yang dulu. Ada yang berubah dariku, bahkan aku sendiri merasakannya. Proses berpikirku, caraku menilai sesuatu, reaksiku terhadap sesuatu, tak sama lagi. Dan hari ini aku makin makin makin memikirkan perubahan itu. Jadilah aku duduk di sini, meja kerja yang sudah sebulan kutinggal liburan. Hei, kemarin aku memberi pemandangan baru untuknya, wall stiker berbunga pink berteman menara pisa dan eiffel dan bertuliskan Bonjour Paris. Yeah, moga-moga makin nambah inspirasi menulis, hahaha. . . Eh, ada couples juga di wall stiker itu. Hwaa. . . jadi rindu suamiku.

Jadi. . . aku duduk di sini, menyalakan notebook merahku, lalu ingat bahwa aku harus beli snack buat kopdar Paberland di rumah siang nanti. Ditinggal lagi deh si meja. Balik-balik, kubukalah mbah gugel, kuketik kata kunci yang melintasi di pikiranku: menghindari konflik, lebih menyukai kerja individu. Yah, dua hal yang paling kurasakan saat ini. Hasil searchingku mengantarku ke tes kepribadian MBTI. Kubaca cepat, menelaah diri, dan mencapai hasil yang menurutku paling sesuai dengan keadaanku saat ini. Inilah personality-ku saat ini, and 100% I agree with the analysis, hahaha. . . Syukurlah ngga ada yang salah dengan gado-gado pemikiran dan perasaanku, karena memang itulah tipe kepribadianku. Ngga ada yang salah juga dengan hobiku mengobservasi/membaca karakter orang lain, karena memang itulah ciri kepribadianku. Ngga ada yang salah dengan kebiasaanku mencurahkan pemikiran dan perasaanku hanya pada sedikit orang yang kupercaya. Benar banget bahwa aku sangat terluka jika ditolak atau dikritik. Tepat sekali aku lebih menyukai hubungan yang harmonis dan tidak senang konflik. And yes, aku berani mengerahkan seluruh tekad dan cenderung keras kepala untuk mencapai target yang penting buatku. Dan yang lainnya. . . dan yang lainnya... indeed, that's I am. :D :D :D


INFJ : Introvert, Intuitif, Perasa, Penilai
Tipe Idealis Penyelaras dikenali dari kepribadiannya yang kompleks dan memiliki begitu banyak pemikiran dan perasaan. Mereka orang-orang yang pada dasarnya bersifat hangat dan penuh pengertian. Tipe Idealis Penyelaras berharap banyak pada diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka memiliki pemahaman yang kuat tentang sifat-sifat manusia dan seringnya menilai karakter dengan sangat baik. Namun mereka lebih sering menyimpan perasaan dan hanya mencurahkan pemikiran serta perasaan mereka kepada sedikit orang yang mereka percaya. Mereka sangat terluka jika ditolak atau dikritik. Tipe Idealis Penyelaras menganggap konflik sebagai situasi yang tidak menyenangkan dan lebih menyukai hubungan harmonis. Namun demikian, jika pencapaian sebuah target tertentu sangat penting bagi mereka, mereka dapat dengan berani mengerahkan seluruh tekad mereka hingga cenderung keras kepala.

Tipe Idealis Penyelaras memiliki fantasi yang hidup, intuisi yang nyaris seperti mampu membaca masa depan, dan seringkali sangat kreatif. Begitu berkutat dengan sebuah proyek, mereka melakukan segala daya upaya untuk mencapai tujuan-tujuan mereka. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka sering membuktikan diri sebagai pemecah masalah ulung. Mereka suka mendalami hingga ke akar permasalahan dan memiliki sifat ingin tahu alamiah serta haus akan pengetahuan. Pada saat bersamaan, mereka berorientasi praktis, terorganisir dengan baik, dan siap menangani situasi-situasi rumit dengan cara terstruktur dan pertimbangan matang. Ketika mereka berkonsentrasi pada sesuatu, mereka melakukannya dengan seratus persen – mereka sering begitu terbenam dalam sebuah pekerjaan sehingga melupakan hal lain di sekitar mereka. Itulah rahasia kesuksesan profesional mereka yang seringkali gilang gemilang.

Sebagai pasangan, tipe Idealis Penyelaras setia dan dapat diandalkan; hubungan permanen sangat penting bagi mereka. Mereka jarang jatuh cinta hingga mabuk kepayang dan juga tidak menyukai hubungan-hubungan asmara singkat. Kadang-kadang mereka sulit menunjukkan rasa sayang mereka dengan jelas sekalipun perasaan mereka dalam dan tulus. Dalam hal lingkaran pertemanan, semboyan mereka adalah: sedikit berarti lebih banyak! Sejauh menyangkut kenalan baru, mereka hanya dapat didekati hingga jarak tertentu; mereka lebih suka mencurahkan tenaga ke dalam pertemanan akrab yang jumlahnya sedikit. Tuntutan mereka kepada teman dan pasangan mereka sangat tinggi. Karena mereka tidak menyukai konflik, mereka akan diam sejenak sebelum menyuarakan masalah-masalah yang tidak memuaskan dan, ketika melakukannya, mereka berusaha sangat keras untuk tidak menyakiti siapa pun karenanya.




Ingin tahu hasil MBTI-mu? Silakan ke sini: https://penyala.wordpress.com/2012/04/21/test-kepribadian-mbti/

Sabtu, 16 Agustus 2014

Curhatan Emak Pedagang Online

I want to start this writing with a praise to Allah. Why? Karena Allah nggak mengijinkan saya menulis ini akhir Juli lalu. Ketika otak saya masih beku. Saat hati saya masih panas. Tapi Allah akhirnya memberi saya waktu yang tepat untuk menulisnya. Saat Dia telah membantu saya menyelesaikan permasalahan ini, with a beautiful ending.

Masalahnya apa sih? Wekekeke...Pembukanya lebay banget, yah?

Sebagai IRT yang ngaku-ngaku pengen produktif, salah satu di antara beberapa hal yang saya kerjakan dari rumah adalah jualan online. Akhir-akhir ini saya lebih memilih jadi dropshipper daripada harus numpuk barang di rumah. Actually, alhamdulillah ngga banyak-banyak amat dinamika yang pahit pernah saya alami sejak jualan model kirim-mengirim barang. Paling customer yang nggak puas dengan kualitas produk trus minta tukar barang. Untuk perkara ini alhamdulillah produsen tempat saya jadi reseller juga welcome.

Baru Ramadhan kemarin ada dua kejadian yang mirip dan tidak sama saya alami. Dua kejadian itu berkaitan dengan proses pengiriman barang. Qodarullah pula keduanya melibatkan ekspedisi yang berbeda.

First case. Setiap Ramadhan perkara paket nyampe terlambat macamnya sudah biasa. Suatu hari saya mengirim dengan JNE Yes (Yakin Esok Sampai) karena paket yang saya kirim memang butuh segera sampai. 24 jam setelah saya kirim, ternyata paket belum sampai. 50 jam setelah saya kirim paket belum nyampe juga. Saya lantas mengambil screenshot setiap saat saya track paket itu. Jaga-jaga siapa tahu saya butuh claim garansi layanan JNE Yes. Setelah lewat 50 jam itu akhirnya saya telepon pihak JNE. Well, mereka profesional. Mereka katakan kiriman paket saya statusnya dinyatakan "gagal". Paket tetap akan diantarkan ke penerima dan saya berhak mengajukan klaim. Proses mengajukan klaim juga mudah. Saya diminta datang ke agen tempat saya mengirim barang dan mengisi beberapa form yang sudah disediakan pihak JNE. Sertakan resi pengiriman asli dan fotokopi KTP, beres deh. Klaim yang saya ajukan cair.

Untuk case pertama, mudah karena paket saya kirim sendiri. Untuk case kedua, lumayan ribet karena saya dropship. Kisahnya berawal dari dropship yang saya lakukan per tanggal 8 Juli 2014. Nominal transaksinya lumayan, almost setengah juta (pake juta biar kelihatan banyak, hahaha). Saya menjanjikan kepada customer bahwa paket akan nyampe sekitar 4 hari berdasar layanan ekspedisi yang digunakan. Tanggal 14 Juli 2014 customer saya mengabari bahwa paketnya belum dia terima. Okay, saya langsung calling supplier minta nomor resi. Setelah dapat dan saya cek, alhamdulillah paket sudah di kota tujuan. Well, saya langsung meneruskan informasi kepada customer. Esok harinya saya track lagi itu nomor. Alhamdulillah udah " SUCCESS" statusnya. Ada yang mengganjal sih di benak saya. Nama receiver bukan nama yang tertera di cover paket. Tapi saya sangka baik aja.

Ganjelan di hati saya mulai terbukti ketika tanggal 24 Juli 2014 customer saya menanyakan paketnya. Kenapa belum nyampe juga?  Nah lo, lalu itu paket nyampenya ke mana dan yang nerima siapa? Saat itu juga saya langsung menghubungi supplier dan ekspedisi buat konfirmasi. Ajib jawaban dua-duanya. Supplier mengatakan bahwa kewajiban mereka selesai begitu paket mereka masukkan ekspedisi. Ekspedisi mengatakan bahwa kewajiban mereka sudah selesai karena paket sudah dikirim ke alamat yang sesuai. Waktu itu pengen ketawa sambil nangis rasanya.

Memang alamat tujuan paket itu adalah sebuah sekolah. Menjadi alasan supplier dan ekspedisi bahwa yang menerima belum tentu nama di cover paket. Buat saya, sekolah adalah tempat umum. Nggak hanya murid, guru dan perangkat sekolah yang bisa masuk, tapi juga tamu. Seharusnya kurir lebih hati-hati menyampaikan paketnya. Kasih ke satpam, kek. Atau paling tidak mintalah nomor hape si receiver. Parahnya lagi, customer saya tidak mengenal nama si receiver itu.

Sudah lengkaplah alasan untuk saya menanggung rugi. Akhirnya terpaksa (jujur aja ada rasa terpaksa) saya mengembalikan uang customer. Lalu saya mengirim surat elektronik ke customer service TIKI (ekspedisi yang digunakan waktu itu). Saya sampaikan kekecewaan saya kepada mereka. Dalam hati saya udah bulat tekad kalau mereka ngga kasih tanggapan positif, saya mau spread ini case ke surat pembaca media massa, blog dan media online lainnya.

Waktu itu cepat banget respon pihak TIKI. Mereka berjanji akan melakukan investigasi. Syukurlah, batin saya. But, that's it rupanya. Sampai hari ini saya tidak menerima hasil investigasinya. Seiring waktu sebenarnya saya mulai ikhlas, memilih introspeksi diri. Kesalahan barangkali ada di saya. Mungkin ada rizqi saya yang harus dibersihkan Allah dengan cara ini.

Sampai akhirnya tiga hari yang lalu customer saya kirim pesan whatsapp. Dia bilang ternyata paketnya diterima sesama rekan di sekolah itu. Langsung dimasukin laci dan lupa menyerahkannya. Dan memang, nama rekan kerja itu berbeda dengan nama yang tercatat di hasil track sebagai receiver. MasyaAllah... Laa hawla walaa quwwata illaa billaah. Nggak ada yang nggak mungkin bagi Allah jika Dia berkehendak. Nggak akan berpindah rizqi itu jika sudah Allah beri. Saya jadi makin cinta sama Allah. Makin yakin akan kasih sayang, janji dan keadilan-Nya. Makin sadar akan campur tangan-Nya. Alhamdulillah ya Allah... Jika kejadian waktu itu untuk membersihkan rizqi saya, semoga Allah bersihkan terus di dunia, agar ringan hisab saya di akhirat nanti. 

Alhamdulillah waktu itu Allah jaga hati, lisan dan tangan saya dari menyebarkan kekecewaan saat saya masih diliputi emosi negatif. Makasih ya Allah untuk jawaban indah dari-Mu.

Semoga Allah jaga kita dan ahli keluarga kita dengan cara hanya memberi kita rizqi yang halal dan barokah. Aamiin...

Djogdja, 16082014
~eMJe~


Senin, 11 Agustus 2014

Tanyalah, "Are You Happy?"

Kemarin Zahro ikut beraneka ragam lomba dalam rangka hari kemerdekaan. Pengalaman baru dalam enam tahun kehidupannya. Pengennya dia ikut semua cabang lomba; masukin pensil ke dalam botol, lari karung, makan kerupuk, dan ambil koin dalam tepung. Tapi karena saya juga ada acara IIDN Jogja, akhirnya kami terpaksa undur diri setelah lomba makan kerupuk.

Semangatnya begitu luar biasa! Bahkan sejak surat edaran lomba dibagikan kepada warga seminggu yang lalu setiap hari dia bertanya, "Lombanya kapan?" Lihatlah ekspresinya ini,


Kemarin dia menjadi peserta dengan tubuh paling mungil, plus panitia tidak membagi peserta berdasar rentang usia. Jadi dalam lomba yang sama ada anak kecil dan ada remaja, hahaha. Bahkan Ibu-ibu yang pada nonton prihatin melihat Zahro. Tapi dia nggak peduli, nggak toleh kanan-kiri. Binar semangat dan kebahagiaan tak tertutupi dari wajahnya. Alhamdulillah dia berhasil memasukkan pensil ke botol dan berhasil mencapai finish lari karung tanpa terjatuh. Well, makan kerupuknya dia cuma berhasil tiga gigitan, hahaha.

Satu pertanyaan saya saat kami berjalan pulang, "Kakak senang?"
Dia mengangguk gembira sambil berkata, "Kakak pengen ikut semuanya."
Tetapi saya katakan tidak bisa karena kami harus pergi ke acara yang lain.

Sore harinya saya cerita kepada Mama tentang cucunya yang ikut lomba 17 agustusan. Pertanyaan spontan yang keluar dari lisan sang nenek, "Menang?"
Nah siang tadi Eyang Zahro datang ke rumah, dan kamipun menceritakan juga tentang lomba kemarin. Tak saya sangka pertanyaan spontan dari eyangnya sama, "Menang?"

Saya mencoba maklum bahwa orang tua kami masih memandang takaran suatu perlombaan adalah kemenangan. Tetapi saya bukanlah tipe orang tua yang menjadikan "menang" sebagai orientasi dari aktivitas-aktivitas yang diikuti anak. Melainkan dia senang, antusias, enjoy, itulah yang saya inginkan. Yang penting anak menikmati apa yang dilakukannya. Menang itu bonus saja.

Para orang tua, terutama yang senang anak-anaknya ikut lomba, yuk belajar bertanya, "Kamu senang?" pada anak setiap dia selesai mengikuti lomba sebelum kita bertanya, "Kamu menang?"

Djogdja, 11-08-2014
~eMJe~


Kamis, 15 Mei 2014

Cara Bertanam Cabai di Pekarangan

Kenapa posting tentang cara bertanam cabai? Karena tanaman cabai yang ditanam Zahro gagal panen saudara-saudara T.T. Satu hari Umi melihat ada putih-putih di daun cabai yang mulai besar itu. Kemudian daun-daunnya mulai berguguran. Sedih banget rasanya. Pengetahuan tentang bercocok-tanam Umi memang minim sekali. Nggak ada yang namanya sedia-sedia pupuk apalagi pembasmi hama. Modalnya cuma beli tanah kompos aja. Well, setelah posting tulisan ini insyaALLAH kami akan memulai lagi bercocok tanam dengan cara yang benar dan lebih sungguh-sungguh. :-D

Nah, bagaimanakah cara bertanam cabai yang benar?



Cara menanam cabe dalam pot atau polybag cukup mudah dilakukan. Menanam cabe bisa dilakukan baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Secara umum menanam cabe bisa dilakukan pada ketinggian 0-2000 meter diatas permukaan laut. Suhu optimal bagi tanaman cabe ada pada kisaran 24-27oC, namun masih bisa tahan terhadap suhu yang lebih dari itu. Sifat tersebut tergantung dari jenis varietas cabe.

Salah satu jenis cabe yang cocok untuk ditanam di pekarangan adalah cabe kerting. Jenis ini relatif lebih tahan terhadap iklim tropis dan rasanya pedas banyak disukai di pasaran. Berikut ini kami paparkan tentang cara menanam cabe keriting dalam polybag.

Penyemaian benih
Cara menanam cabe dalam polybag sebaiknya tidak langsung dilakukan dari benih atau biji. Pertama-tama benih cabe harus disemaikan terlebih dahulu. Proses penyemaian ini gunanya untuk menyeleksi pertumbuhan benih, memisahkan benih yang tumbuhnya kerdil, cacat atau berpenyakit. Selain itu juga untuk menunggu kesiapan bibit sampai cukup tahan ditanam di tempat yang lebih besar.

Tempat persemaian bisa berupa polybag ukuran kecil (8×9 cm), daun pisang, baki (tray) persemaian, atau petakan tanah. Cara yang paling ekonomis adalah dengan menyiapkan petakan tanah untuk media persemaian. Buat petakan tanah dengan ukuran secukupnya, campurkan kompos dengan tanah lalu aduk hingga rata. Butiran tanah dibuat sehalus mungkin agar perakaran bisa menembusnya dengan mudah. Buat ketebalan petakan tersebut 5-10 cm, diatasnya buat larikan dengan jarak 10 cm.

Masukkan benih cabe dalam larikan dengan jarak 7,5 cm kemudian siram untuk membasahi tanah dan tutup dengan abu atau tanah. Setelah itu tutup dengan karung goni basah selama 3-4 hari, pertahankan agar karung goni tetap basah. Pada hari ke-4 akan muncul bibit dari permukaan tanah, kemudian buka karung goni. Sebaiknya petakan ditudungi dengan plastik transparan untuk melindungi bibit cabe yang masih kecil dari panas berlebih dan siraman air hujan langsung. Tanaman cabe siap dipindahkan ke polybag besar setelah berumur 3-4 minggu, atau tanaman telah mempunyai 3-4 helai daun.

Penyiapan media tanam
Pilih polybag yang berukuran diatas 30 cm, agar media tanam cukup kuat menopang pertumbuhan tanaman cabe yang rimbun. Selain polybag, bisa juga digunakan pot dari jenis plastik, semen, tanah, atau keramik. Atau bisa juga menggunakan wadah-wadah bekas yang tidak terpakai lagi, beri lubang pada dasar wadah untuk saluran drainase.

Cara menanam cabe dalam polybag bisa menggunakan media tanam dari campuran tanah, kompos, pupuk kandang, sekam padi, arang sekam, dan lain-lainnya. Beberapa contoh komposisi media tanam diantaranya adalah:
(1) Campuran tanah dengan kompos dengan komposisi 2:1, 
(2) Campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1, atau 
(3) Campuran tanah dan pupuk kandang dengan komposisi 2:1. 

Apabila menggunakan pupuk kandang, sebaiknya pilih pupuk yang telah matang. Buat media tanam sehalus mungkin dengan cara mengayaknya. Campurkan sekitar 3 sendok NPK dalam setiap polybag. Aduk hingga campuran tersebut benar-benar rata. Lapisi bagian dalam polybag dengan sabut kelapa, pecahan genteng, atau pecahan styrofoam. Gunanya agar air tidak menggenangi daerah perakaran tanaman.

Pemindahan bibit
Setelah bibit tanaman dan media tanam siap, pindahkan bibit tanaman cabe dari tempat persemaian kedalam polybag. Lakukan pekerjaan ini saat pagi hari atau sore hari, dimana matahari tidak terlalu terik untuk menghindari stres pada tanaman. Lakukan pemindahan bibit dengan hati-hati, jangan sampai terjadi kerusakan pada perakaran tanaman. Buat lubang tanam pada polybag sedalam 5-7 cm. Apabila persemaian dilakukan di atas polybag atau daun pisang, copot polybag dan daun pisang lalu masukan seluruh tanah dalam tempat persemaian kedalam lubang tanam. Apabila persemaian dilakukan di atas petak tanah atau tray, pindahkan dengan tanah yang menempel pada perakaran dan masukkan kedalam lubang tanam.

Pemeliharaan dan perawatan
  1. Pemupukan, berikan pemupukan tambahan dengan dosis satu sendok makan NPK per polybag setiap bulannya. Atau apabila ingin menanam cabe secara organik, sebagai gantinya semprotkan pupuk organik cair pada masa pertumbuhan daun dan pertumbuhan buah. Tambahkan satu kepal kompos atau pupuk kandang kambing pada saat tanaman mau berbuah. 
  2. Penyiraman, tanaman cabe sebaiknya disiram sekurang-kurangnya 3 hari sekali. Apabila matahari bersinar terik, siram tanaman setiap hari.
  3. Pengajiran, setelah tanaman cabe tumbuh sekitar 20 cm, berikan ajir bambu. Ajir ini berguna untuk menopang tanaman agar berdiri tegak.
  4. Perompesan, tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak daun sebaiknya dihilangkan (dirompes). Perompesan dimulai pada hari ke-20 setelah tanam, perompesan biasanya dilakukan tiga kali hingga terbentuknya cabang. Gunanya agar tanaman tidak tumbuh kesamping ketika batang belum terlalu kuat menopang.
  5. Hama dan penyakit, penggunaan pestisida sebaiknya hanya dilakukan apabila tanaman terlihat terserang hama atau sakit. Apabila terlihat ada hama putih semprot dengan pestida, bila terlihat ada bakal ulat semprot dengan insektisida secukupnya, kalau terlihat jamur gunakan fungisida. 

Pemanenan
Umur cabe dari mulai tanam hingga panen bervariasi tergantung jenis varietas dan lingkungan. Masa panen terbaik adalah saat buah belum sepenuhnya berwarna merah, masih ada garis hijaunya. Buah seperti ini sudah masuk bobot yang optimal dan buah cabe masih bisa tahan 2-3 hari sebelum terjual oleh pedagang di pasar. Waktu panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari setelah embun kering. Hindari waktu panen pada malam dan siang hari.

Tulisan ini jelas bukan tulisan Umi, ya. Tulisan ini Umi rangkum dari website alamtani. Silakan berkunjung ke www.alamtani.com untuk menemukan artikel pertanian yang menarik lainnya. Semoga bermanfaat.

Djogdja, 15052014
~eMJe~

Sabtu, 26 April 2014

-=Yang Ngasih Nama Satu, Dua, Tiga, Empat=-

Rasa-rasanya, sudah cukup lama Zahro tidak memberi pertanyaan rumit buat saya. Tapi dua hari ini pertanyaan-pertanyaan arti katanya dimulai lagi. Dia bertanya apa itu hakim, kabupaten, vaksin. Kata-kata baru yang dia ketahui asbab bisa membaca. Saya katakan padanya, "Nah, kakak sudah bisa punya kamus sekarang. Nanti kalau mau cari arti kata bisa dilihat di kamus." Hahaha...

Kemarin dia bertanya mengapa kereta api jalannya begitu cepat, sedangkan sepeda motor kami tidak bisa cepat. Saya jawab karena kereta api sendirian saja memakai jalannya, sedangkan di jalan yang kami lalui ada begitu banyak kendaraan yang menggunakan jalan yang sama. Lalu dia bertanya lagi, "Kalau kereta apinya ketemu sama kereta lain gimana?" Waah... dengan kecepatan seperti itu tidak boleh ketemu kereta lain di jalan yang sama. Nanti tabrakan, deh.

Ah ya, kemarin dia ngomel-ngomel saat di jalan macet dan ada kendaraan yang membunyikan klakson di belakang. "Sabar dong, Pak. Itu di depan ada mobil. Kakak aja sabar ini. Bikin Kakak kaget aja." Hahaha.

Saat berhenti di sebuah lampu merah, yang berhenti di sebelah kami adalah sebuah ojek motor. "Itu motor untuk apa, Mi?" Tanyanya. Saya celingak-celinguk mencari kendaraan aneh yang mungkin menarik perhatiannya. Tidak ada. Tiba-tiba Bapak ojek bertanya, "Umur berapa? Udah sekolah?" Dan saya baru paham setelah Pak Ojek dan penumpangnya pergi bahwa motor si Bapaklah yang ditanya Zahro, hehe. Motor kuning dengan Bapak berjaket dan berhelm kuning bertuliskan Ojek Motor. "Oooo... itu namanya ojek motor, Kak."
Z: Ojek motor itu apa?
U: Jadi misalnya kakak mau pergi ke suatu tempat, Kakak telefon Bapak itu, trus minta tolong dianterin. Nanti kalau udah nyampe, bayar deh. Misalnya Kakak mau ke mana?
Z: Ke Jakarta.
U: Hahaha... Kejauhan. Kapan nyampenya? Yang di sini-sini aja.
Z:Ya udah, ke Surabaya.
Hahaha, lucunya dirimu, Kak.

Saat Maghrib, dia sholatnya lama. Selepas sholat dia bertanya.
Z: Sholat Kakak bagus nggak, Mi?
U: Bagus. Kok bagus kenapa?
Z: Karena di hati Kakak ada sholat.
U: Ooo... Lha kalau pas sholatnya cakar ayam di hati Kakak ada apa?
Z: Ada api.
U: Ih, kok seram?
Z: Iya. Makanya sholatnya cakar ayam.
Kalau sholatnya bagus, di hati ini ada syurga.
Hahaha... analogi yang unik tentang sholat khusyuk by Zahro.

Nah ketika makan malam, dia bertanya dan menjawab sendiri?
Z: Mi, Lima tambah Enam berapa? Sebelas. Enam tambah lima berapa? Sebelas.
Pertanyaan bentuk itu adalah pertanyaan gaya neneknya Zahro. Neneknya senang bertanya berapa jumlah 3+7, 4+6, 5+5, 2+8, dst. Sepertinya sangat berkesan buatnya. Dan dia jadi suka bertanya dan menjawab sendiri penjumlahan seperti itu.
Tiba-tiba saja dia nanya,
Z: Mi, siapa sih yang ngasih nama satu, dua, tiga, empat, sampai setrilyun?
U: Maksudnya, Kak?
Z: Kenapa satu dinamai satu, dua dinamai dua, sampai setrilyun? Yang ngasih nama siapa?
#Haduh, Umi tersudut nggak bisa jawab. Hahaha...

~Zahro's Journal 25042014~

Kamis, 24 April 2014

Bihun Jamur

Ada satu kebiasaan asyik di kampung kami setiap perayaan hari besar yang diselenggarakan bersama, yaitu kado silang. Pengistilahannya sih doorprize. Tapi semua yang datang pasti kebagian, hehehe. Seru, ya.

Seperti saat peringatan Hari Kartini yang lalu, kami juga memberi dan mendapat hadiah. Salah satu yang ada di balik bungkusan cokelat yang kami terima adalah bihun jagung. Salah satu jenis makanan favorit Zahro.

Rada-rada susahnya memasak makanan di rumah kami adalah Zahro dan Abinya tidak suka makanan pedas, sedangkan saya si anak Sumatera Utara ini sudah barang pasti senangnya makan yang pedas-pedas. Akhir-akhir ini saya lebih mengutamakan menu yang bersahabat dengan Zahro dan Abinya. Ntar yang punya saya dicampur cabe belakangan, wkwkwk.

Then, saya pun mengolah bihun jagung hadiah. Seperti biasa, memakai apa yang ada di kulkas. Kebetulan beberapa hari lalu beli jamur, jadi bihunnya saya olah dengan jamur. This is it, Ladies.

Bahan:
Bihun jagung (karena halus banget saya nggak pake merebus, hanya saya rendam air. Pernah punya pengalaman direbus bihunnya jadi hancur)
Bawang merah
Bawang putih
Telur
Sawi
Kubis
Jamur kancing potong kecil-kecil
Daging giling
Garam
Lada
Kecap manis

And... begini hasilnya:





Selasa, 22 April 2014

Iseng ala Kak Zahro

Ada dua kejadian lucu yang beyond my imagination, bahwa Zahro ternyata bisa iseng dan usil juga. She's almost 6 years old. Nggak terasa udah gede anakku. Subhanallaah. 
almost 6 years old Kak Zahro


Kejadian pertama di suatu siang, saat kami tengah bersantai di hamparan kasur lipat, mau bobok siang maksudnya :-p. Cahaya matahari cukup terang menembus jendela kamar siang itu. Angin sepoi-sepoi yang berseliweran dari daun jendela yang saya buka lumayan menyejukkan udara kamar yang panas. Enjoyable deh pokoknya.

Saya nggak tahu apakah anak-anak lain seusianya masih seperti Zahro. Dia masih punya ritual berimajinasi, ngoceh ngalur ngidur sendiri sebelum tidur, seperti siang itu. Tiba-tiba dia bertanya kepada saya,

Zahro (Z): Mi, Kakak ada teka-teki. Apa yang kakinya empat berjalan pakai tongkat?
Hahaha, asli nih teka-teki belum pernah saya dengar sebelumnya.
Umi (U): Apa ya? Nggak tahu.
Z: Kucing udah kakek-kakek kakinya sakit.
Wakakaka. . . nggak nyangka si Kak Zahro bikin teka-teki begitu. Lucu, kan? Buat saya lucu banget, hehehe. 

Nah kejadian kedua saat teman mainnya datang ke rumah. Kakak adik yang berdarah Sunda. Si Kakak biasa dipanggil Teteh oleh adiknya. Saat mereka sedang bermain, Zahro memanggil temannya yang besar.
Z: Teh. . . Teteh. . . Teteh celup.
Ahahaha. . . Ya ALLAH anakku. Syukurlah temannya nggak ngambek. 

Well, I feel grateful dengan selera humor Zahro. Umi tunggu keisenganmu yang lain ya, Nak.

Jogja, 22042014
~eMJe~

Sabtu, 12 April 2014

Being Grateful

Sedikitnya sekali, hampir setiap bulan saya pasti mengalami yang namanya sendirian di rumah saat weekend (seperti hari ini). Puteri saya menginap di rumah eyangnya, dan suami ada acara ke luar kota atau negeri. Jadi waktu yang banyak dicari-cari kaum Ibu dengan istilah "me time" itu buat saya tidak perlu dicari-cari, karena dengan izin ALLAH hampir selalu menghampiri saya, minimal satu bulan sekali. Terkadang terbersit rasa di hati ingin ikut suami, tapi selalu urung karena dia pasti akan sibuk sendiri dengan kegiatannya dan saya berakhir bengong tidak tahu mau ngapain (seperti yang pernah terjadi beberapa kali, kekeke).

Anyway, saya pernah bertanya ke beberapa teman apa ya hal menarik yang bisa saya lakukan saat sendirian begini? Ada yang menyarankan shopping, nyalon, nonton, wekekeke. . . aktivitas yang I'm not really enjoying. Endingnya, hampir selalu "me time" itu hanya saya isi dengan berleha-leha saja di rumah. Tidur-tiduran, eksperimen masak, baca buku, atau nonton di tablet. Tapi, sebenarnya yang paling sering saya lakukan di kesempatan seperti ini adalah bertafakkur dan mentadabburi kembali nikmat-nikmat yang telah ALLAH beri, yang tidak dapat saya dustakan. Masya ALLAH, bahkan punya kesempatan seperti ini pun adalah sebuah nikmat luar biasa dari ALLAH untuk saya, kesempatan untuk bertafakkur, bersyukur, bahkan mengingat maut. Yah, sejak ditinggal almarhum Abah setahun kemarin dzikrul maut serasa jadi sahabat karib saya.

Rupa-rupanya saat-saat bersendirian ini, ketika urusan kebutuhan suami dan anak saya letakkan untuk sementara waktu, helaian daun yang tertiup angin pun jadi amat romantis, arakan awan di langit terlihat amat anggun, kepakan sayap kupu-kupu warna kuning di taman depan rumah yang sehari-hari saya pandang sambil lalu saja tampak begitu mengagumkan. Hal-hal yang selama ini terabaikan karena kesibukan harian menjadi demikian kasat mata. . . mempesona. Bahkan, sarapan di balik jendela yang di luarnya tertata tanaman puteri kecil saya terasa bagaikan sarapan di hotel berbintang, dengan pemandangan indah di balik kaca.


Subhanallaah. . . nikmat ALLAH mana lagikah yang patut saya dustakan?

#Dari balik jendela, 12042014
^eMJe^


Minggu, 29 Desember 2013

Belanja Buku Sepanjang Desember 2013


As a woman, ada masa dalam kehidupanku ketika aku pengennya beli macam-macam baju.... But sekitar setahun ini, not anymore dan semoga tak terulang lagi. Memutuskan menjadi pelaku homeschooling alhamdulillaah juga turut menambah minat baca dan kerinduan pada toko buku. Ini buku2 edisi beli Desember 2013. Belinya pake uang yang tadinya ditujukan sebagai uang sekolah Zahro dan dari keuntungan dagang kecil-kecilan (sudah lepas zakat lho, ya... hehehe). Ada yang dibeli untuk bahan ajar Zahro, ada yang dibeli untuk bahan bercerita buat Zahro, ada yang dibeli untuk referensi tulisannya mother who wanna be a writer ini, ada yang dibeli karena menjadi syarat lomba nulis, ada yang dibeli karena isinya sangat inspiratif (syarat wajib dari buku yang membuatku pengen membacanya), dan ada juga yang dibeli karena bukunya best seller. #Yang nyengir paling depan tidak dibeli lho... 

Sabtu, 28 Desember 2013

One Day (More Than) One Juz

Saya belum lama bergabung dengan ODOJ community. . . setelah mempertimbangkan kemampuan diri untuk bisa tilawah satu juz per hari, dan menakar kemanfaatan (akhirat) yang dapat saya peroleh dengan bergabung di komunitas tersebut.

Subhanallaah. . . memang benar, ternyata mampu kok setiap siapa yang punya niat untuk bisa tilawah satu juz per hari memenuhinya. Saya pribadi sudah membuktikannya. Kadang kalau tidak ada kesibukan yang berarti saya bisa menyelesaikan satu juz sekali duduk saja ba'da sholat Subuh. Jika ada kesibukan (duniawi. . . hiks) kadang saya mencicil 3 lembar-3 lembar-4 lembar atau 2 lembar-2 lembar (yang ini agak jarang). Cukup banyak testimoni-testimoni yang sudah beredar dari orang-orang yang cukup padat aktivitasnya tetapi tetap berusaha berkomitmen untuk menyelesaikan menu tilawahnya setiap hari. Artinya, sesiapa yang mengaku orang paling sibuk di dunia pun sesungguhnya bisa tilawah satu juz per hari. :)

Tetapi, ODOJ mungkin benar-benar menjadi ODOJ hanya bagi group ikhwan/laki-laki. Namun, tidak demikian bagi group akhwat/perempuan. As we know, ladies punya uzur. Setiap bulan mengalami haid/menstruasi yang membuat tilawah Qur'an dengan membaca mushaf tidak bisa dilakukan. Saya tahu banyak perbedaan pendapat (khilafiyah soal ini), tetapi di group saya sendiri kebijakannya yang haid tetap wajib membaca terjemah juz yang ia baca, dan jatah juznya dilelang kepada siapa yang bersedia membaca lebih dari satu juz, setidaknya tawaran diberikan kepada tetangga juz di atas dan di bawah.

Rupa-rupanya, ODOJ bisa jadi ODMTOJ (One Day More Than One Juz) bagi akhwat. . . :)

#Baarokallaahu untuk para akhwat yang selalu menyediakan masa menambah tilawah dengan mengambil lelangan saudari yang sedang uzur. :)